Showing posts with label Blog Lama. Show all posts
Showing posts with label Blog Lama. Show all posts

Kenangan Semuanya Itu.

|




Katanya;

"Waktu  ialah misteri Ilahi. "

Dan waktu jualah yang memisahkan kita menjadi kenangan,



Terkenang dalam diam.

Kenang

Dikenang

Mengenang

Terkenang

Kenangan semuanya itu.



Katanya lagi;

"Dan waktu jua lah telah mempertemukan kita semua dengan kenangan itu."

Hampir melupakan semua yang lalu.

Secara tiba-tiba carik kenangan itu muncul.



Bertamu dalam ingatan.

Ingat

Diingat

Mengingat

Teringat

Kenangan semuanya itu.



Katanya dengan jemari ligat meneroka;

"Lalu dibawa pemilik hati kepada kisah semalam menerkam semula kotak pemikiran."

Aduhai.

Inilah yang dinamakan 'cerita kehidupan'

Mana mungkin mahu dipadam yang lepas.





Melepaskan dengan rela hati.

Lepas

Dilepas

Melepas

Terlepas

Kenangan semuanya itu.





Omputih kata; tak tahulah nama dia siapa. Jangan tanya saya. Sah-sahlah saya akan bagi nama seperti Shania Twain ke. Ahh, dia itu penyanyi. Saya pun tahu, awak, kau, you pun tahu kan kan kan. 




"Trust
the one who can see these 3 things in you: Sorrow behind your Smile, Love
behind your Anger and Reason behind your Silence."
 
~Anon.

Blurr seketika. 

Bilik kawan saya nun di sebelah sana masih kedengaran bunyi jemari orang menekan-nekan keyboard komputer riba. Ya, saya terperasan rumahnya telah aktif semula. Its ok. 'Rumah' dia, hak dia. 'Rumah' saya, hak saya. Bersempadankan sepatah perkataan keramat; aman. Peace No War kata omputih sekali lagi. Tutup cerita bilik sebelah. Tak ada relevan dengan ini cerita.

Tunduk. Lama juga. Berkerut dahi memikir.

*Kenangan.* 

Ya, saya baru ketemu inti cerita asal usul kejadian saya menulis kali ini. Saya memutuskan untuk beransur ke belakang. Seperti biasa, bahasa pilihan saya masih berwarna kelabu. Hitam tidak, putih pun tidak. Tengah-tengah? Pun tidaklah juga. 

Saya sudah jenuh bertarung tenaga bersilat kata kalau gelanggang tarungnya itu bukan saya penganjurnya. TAPI, usah dan tidak perlu dibisikkan ke telinga saya, tak perlu tak payahlah. Saya punya kudrat sendiri saya punya hemah sendiri yang didatangkan oleh Dia yang sentiasa dekat walau kita menjauh. Bukanlah maksudnya kenangan itu perlu memangkah undi. Undian untuk siapa? Tolong. Tolong jangan eksploitasi 'cerita kehidupan dan kenangan' seorang yang lain. 

Awak, kamu, kau, tahu kah?

Bagaimana perasaan yang satu itu. Perasaan apabila kita mahu menyatakan sesuatu , tetapi kita tidak jumpa perkataan yang mahu dijadikan ayat yang serasi untuk dilafazkan. Akhirnya dipendam, diam-diam, lama-lama, jauh-jauh. Simpan sampai mati.

Lalu kenangan itu ditutup. 





Saya:




Jika kamu berharga bagi seseorang, tidak ada alasan untuknya mencari yang lebih baik dari kamu. Adakah saya betul?







Dan Janganlah....

|



Dan janganlah kamu campur adukkan yang benar itu dengan yang salah dan kamu sembunyikan yang benar itu pula padahal kamu semua mengetahuinya.(Surah Al-Baqarah: Ayat 42)











Allah Uses Problems To CORRECT US
Some lessons we learn only through pain and failure. It’s likely that as a child our parents told us not to touch a hot stove. But we probably learned by being burned. Sometimes we only learn the value of something… health, money, etc.. By losing it.




“It was the best thing that could have happened to me, for it taught me to pay attention to Allah’s laws.”




 Allah Uses Problems To DIRECT US
Sometimes Allah must light a fire under us to get us moving. Problems often point us in a new direction and motivate us to change. Is Allah trying to get your attention? 




“Sometimes it takes a painful situation to make us change our ways.”




Allah Uses Problems To PROTECT US
A problem can be a blessing in disguise if it prevents us from being harmed by something more serious.




“You intended to harm me, but God intended it for good…"




Allah Uses Problems To PERFECT US
Problems, when responded to correctly, are character builders. Allah is far more interested in our character than our comfort. Our relationship to Allah and your character are the only two things we’re going to take with us into eternity. “We can rejoice when we run into problems…they help us learn to be patient. And patience develops strength of character in us and helps us trust Allah more each time we use it until finally our hope and faith are strong and steady.”




“Allah is at work in your life, even when you do not recognize it or understand it. But it’s much easier and profitable when you cooperate with Allah.”










As salam

Lama sepi. Bukan dah jemu di sini, banyak cerita kehidupan yang telah terjadi. Saya akan kongsikan sikit-sikit, satu-satu. Malas nak kecoh sedangkan situasi hidup tak seperti yang ditulis. Hurmmm, manusia. Saya berpegang kepada kata-kata; Jangan cuba dedahkan aib orang walau sebesar zarah, walau apa pun tujuan dan niat. Bila dah dikatakan 'jangan' makan 'jangan'lah jawapannya. Awak pun tahu, saya pun tahu. Kebenarannya selama hampir beberapa tahun, keadaan masih tidak berubah. Sama. Tapi pernah tanya tak? Sampai bila?

Cukuplah. Dah penat sangat dengan hal-hal macam ni. Dah banyak sangat pengorbanan dah dibuat. Tak kira di pihak siapa pun. Walau kecil, tetap dinamakan pengorbanan. Kesian keluarga. Kalau dapat diundur masa, takkan diredah daerah 'sempit' ini. Ya, bahagia memang dari Tuhan. Bagaimana mahu bahagia jika 'hukum' Tuhan jua diingkari? Jelas. 

Aku tidak mahu menjadi seorang yang naif lagi. Tuhan, dengar lah curahan hati..jika ini yang terbaik Engkau dekatkanlah, mudahkanlah, jika penantian ini mudarat..Engkau sukarkanlah, jauhkanlah. 

Cuma aku ni bukan seorang yang pendendam. Jauh sekali. Itu bukan sifat aku. Aku tiada upaya untuk saling berbalas dendam. Kerana aku berpegang; 'dendam akhirnya akan memakan diri sendiri juga.'

Aku sekadar curahkan apa aku rasa. Jangan redah isi entri di dalam ni jika ianya menyakitkan. Kepada sesiapa jua, tolong jangan.


Terima kasih kerana memahami. 'Aku tak marah, aku ada hak untuk buat apa sahaja di sini tanpa paksaan sesiapa.' Tapi untuk membuka aib orang bukan aku. Aku dah belajar daripada 'cerita' lepas. Yang sudah itu sudahlah kan. Tak boleh terima? Terpulanglah.







Saya:
Jangan ada benci ya, kerana saya tidak sekejam yang disangka. Jangan ambil hatilah ye, ini cuma luahan. Tak de siapa nak ambil tahu pun.Noktah.





Hoping for a better day today.

|
~Lukisan; tangan 'penconteng' ini pelukis pertama lukisan berwajah seorang saya. Tq dengan sangat.~









Teringat kata-kata sahabat saya. 




"kalau kita berkawan kerana ALLAH, 

tiada perasaan iri hati, 

cemburu dan hasad dengki dengan apa yang dia ada.

kita akan sentiasa rasa tenang bila bersama dia.




 Benar katanya. "bukan mudah untuk mendapat kawan yang baik. 

yang memahami dan menerima kita seadanya..."




Yang aku terima, memberi impak pada diri bahawa hidup untuk memberi....

tetapi kadangkala kemampuan itu membataskan segalanya..







Ya Allah, lorongkanlah diri ini ke jalan yang Engkau redhai. Jalan yang membuatkan aku teguh berdiri. Meski aku hanya berdiri dalam sunyi, benarkanlah kesunyian itu merubat hati. Permudahkanlah aku dalam menuntut ilmu dan semoga terus kekal dalam diri.Usah dibiar segala perasaan yang bercampur dalam diri menjadi sesuatu yang merencatkan perjalanan hari. 









I pray to you
that I'll always be strong
that I'll be strong and make others stronger
that I bow down my heart to you
in times of hardness and especially in times of ease
Until then Ya Allah,
I pray to You..

Make me strong.











Ah, kamu tidak berdoa bagaimana untuk Allah kabulkan permintaanmu? 







Tidak boleh kamu ubah semua, sedikit pun jadilah!






















Saya:

How many of you out there talks to your body part??? Seriously... I mean, not in a psychotic way but just everyday small talks with your body part. I do.. and in fact, I really think its important.. because Allah loans them to you.

Bersih.

|



Semua orang ada buat salah...
semua orang boleh taubat...
semua orang ada peluang kedua. 
Grab while u can (selagi bernyawa).






‎




Saya:




-Setiap masalah..pasti ada jalan penyelesaiannya...and yes, I admit it 101%! Alhamdulilah, half of my problems were already done its correction. By end of this year... the other half of it will be clear! Go 'saya' go!!

Baca Sekadar Saja.

|

Albert Einstein on 'Love' 

Sometimes in our relentless effort to find the person we love, 
we fail to recognize and appreciate the people who love us. 
We miss out on so many beautiful things simply 
because we allow ourselves to be enslaved by our own selfish concerns. 
Go for the man/woman of deeds and not for the man/woman of words, 
for you will find rewarding happiness, 
not with the man/woman you love but with the man/woman who loves you more. 
The best lovers are those capable of loving from a distance 
far enough to allow the person to grow but never 
too far to feel the love within your being. 
To let go of someone doesn’t mean you have to stop loving; 
it only means that you allow that person to find his/her own happiness 
without expecting him/her to come back.
 Letting go is not just setting the other person free, 
but is also setting yourself free from all the bitterness, 
hatred, and anger that you keep in your heart. 
Do not let the bitterness take away your strength and weaken your faith, 
and never allow pain to dishearten you; 
but rather let yourself grow with wisdom in bearing it. 
You may find peace in loving someone from a distance 
not expecting something in return. 
But be careful, 
for this can sustain life but can never give enough room for us to grow. 
We can all survive with just beautiful memories of the past, 
but real peace and happiness come only with open acceptance of what reality is today. 
There comes a time in our lives when we chance upon someone so nice and beautiful 
and we just find ourselves so intensely attracted to that person. 
This feeling soon becomes a part of our everyday lives 
and eventually consumes our thoughts and actions. 
The sad part of it is when we begin to realize 
that this person feels nothing more for us than just a friendship. 
We start our desperate attempt to get noticed and be closer, 
but in the end our efforts are still unrewarded 
and we end up being sorry for ourselves. 
You don’t have to forget someone you love. 
What you need to learn is how to accept the verdict of reality 
without being bitter or sorry for yourself. 
Believe me, 
you would be better off giving that dedication 
and love to someone more deserving.
 Don’t let your heart run your life,
 be sensible and let your mind speak for itself. 
Listen not only to your feelings but to reason as well. 
Always remember that if you lose someone today,
 it means that someone better is coming tomorrow. 
If you lose love, that doesn’t mean you failed in love. 
Cry if you have to, 
but make sure that tears wash away the hurt 
and the bitterness that the past has left with you.
 Let go of yesterday and love will find its way back to you. 
And when it does, 
pray that it may be the love that will stay and last a lifetime. 
There are two ways to live your life: 
One is as though nothing is a miracle. 
The other is as though everything is a miracle. 
There is no mistake so painful that love cannot forgive, 
no past so bitter that love cannot accept, 
and no love so little that we cannot start all over with. 
Gravitation cannot be held responsible for people falling in love. 
How on earth can you explain in terms of chemistry 
and physics so important a biological phenomenon as first love?
 Put your hand on a stove for a minute and it seems like an hour. 
Sit with that special girl for an hour and it seems like a minute. 
That’s relativity.




Saya: 

Kongsi saja.

Tersingkaplah.

|

Apa ada pada sebuah doa?

Ada.

Doa adalah senjata paling ampuh ketika manusia dirundung apa sahaja cuaca emosi.



Doa Pengubat Duka.



Ya ALLAH.
Hilangkanlah dukacita, singkapkanlah kesedihan,
Tuhan yang mengabulkan doa orang2 yang di dalam kesusahan,
Tuhan yang memberi rahmat di dunia dan di akhirat
Dan Tuhan yang mengasihi kedua-duanya.
Engkau rahmatilah dengan rahmat Mu
Engkau kayakanlah aku dengan (rahmat Mu) daripada Mu.

~Ameen~







Saya:
 Usah diduga sebuah ketenangan. Kelak diri tidak tahan menadah telinga.


Kerana Hidup Tak Hanya Selembar Daun Telinga.

|
When you have to make a hard decision, flip a coin.
Why?
Because when that coin is in the air
You suddenly know what
you're hoping for.





Tiba-tiba.

Pertandingan menjadi aneh.

Beberapa pemain-pemain catur yang  kuat,

kalah secara mudah.

Abu (nama Melayu rekaan aku) misalan

seorang pe'matematik' terkenal

dikalahkan secara menyedihkan oleh

Ali (juga nama Melayu rekaan aku) si juruayatberbungamekar.

Kenapa ya?





ala-ala pembunuh berdarah dingin.



semacam jua terjumpa 'cinta di dalam gelas.'



I suka. Sangat. Sungguh.







Memang tidak pernah ada bukti

bahawa pada masa junjungan Nabi Muhammad

sudah ada permainan catur

kerana catur kononnya ditemukan orang India atau Arab,

pada abad ke-14.

Nama aslinya .chaturanga.

Daripada nama itu,

India lah yang paling mungkin asalnya.

Pernah ada orang bilang

catur asalnya dari Arab.

Rasanya namanya akan menjadi .caturrahmat.



Dari mana pun asalnya,

jika catur sebuah metafora pertempuran.

Junjungan telah memberi contoh yang terang soal kelakuan

yang perlu ditunjukkan kepada si pencatur.

Semua kita sedang bermain catur.

Mencaturi kehidupan.

Sendiri. sendiri.

Semacam code of conducts tentera.

TAPI

seganas manapun per'caturan' itu

perempuan dan anak-anak perlu dikecualikan.

Pampasan pencatur ala kadarnya.



Perlu diingat...

"Sejahat mana pun musuh, hormat tetap perlu ditaruh atas mereka. Kalau bukan kerana musuh, kita tak kenal siapa diri kita."




(i)

Sebelum last sekali

Ada satu soalan

Ya. Aku suka sangat bermain catur. Catur yang real lah.

Soalan catur aku;

"Apa khabar mu, kawan?"

tanya aku lagi.

"Secepat apa kamu berlari, kawan?"



(ii)

Ok. Last sekali.

Ku baca yang ini, lalu aku 'cinta'



ku tengok di tv

kebenaran di  bumi tempat aku bermain catur mahal sekali

para pencatur negara juga pintar bermain sembunyi-sembunyi

padahal nyata nyata mereka telah 'mencuri'

kawan, di kampung kami

kebenaran harganya boleh diukur dengan ringgit sahaja



betul lah seperti yang ditulis itu



Dewasa ini kopi sudah banyak diselewengkan

seperti kopi zaman moden yang ada di kota

dibuat dari mesin, campurr dengan zat tertentu, berbusa-busa

lalu dikormersialkan namanya persis bintang filem.

Ada yang kata kopi mereka datang dari luar negeri.

Seperti melanggar hak asasi peminum kopi pula.



Akhirnya aku faham. Lalu aku simpulkan





"Kopi, berdasarkan cara memegang gelas."











Terima kasih Andrea Hirata kerana akhirnya aku temui

lelaki, catur dan kopi bersama cinta nya di dalam gelas itu.







Terima kasih untuk pelajaran hari ini.











Saya:

Memikirkan bilah hari yang tinggal boleh dibilang dengan jari buat aku jadi takut. 

The Past.

|
~Dear past, stop tapping me on the shoulders, I don't want to look back.~


You know what's sad?
When people say they love Allah yet they disobey His orders.
When they know the action they're doing is not right,
yet they continue doing it.

That't how strong the whispers of syaitan is.
Making people easily succumb to their nafs.

Ya Rabb, please guide us back to the right path, ya Allah. Please.

T H E    P A S T

The past is like being chained to an anchor that holding us back,
the longer we hold on to it,
the deeper we get drowned from what's chaining us.
That's why we have to let go 
and release ourselves from chains us.
Its the only way we can breathe and stay alive
rather than let ourselves get down with the past haunting us.
Let go so that there's more room to breathe and live 
the way you should be.
Be happy and never look back.
Instead, take it as a lesson 
and not bury ourselves along with the past.


Read this. 
Read.
Read

and

Read



"I don't give second , third...chance, when you didn't appreciate the first one I gave."



12 APRIL: Membawa Makna. Dalam Cerita Kehidupan. Sangat.

|


Everything happen for a reasons.
Allah takes us from where we want to be...
and where we need to be.


12 April 2010

Bermula dengan sebuah cerita
lalu dinukilkan menjadi sebuah kisah
ada suka
banyak yang duka
dan banyak juga yang melukakan.
Saat kuat
banyak juga lemah
dan banyak juga yang melemahkan.
Semangat.
Memainkan peranan.
Saat hidup berubah fasa.
Semangat juga
mengajar diri untuk memafkan.
Bukan mudah kan?
Memaafkan.
Jangan tipu.



Babak (1) dah pun selesai
1 tahun dah pun berlalu.


12 April 2011 

Ya tarikh hari ini.

Dah 4 hari berlalu.
Alhamdulillah. 
Allah Maha Adil.
Terima kasih kerana menyedarkan.
Terima kasih kerana menyayangi orang yang dianiaya.
Terima kasih kerana menjauhkan dari 'ma la pe ta ka'
Terima kasih kerana memberi peluang untuk tahu apa sebenarnya.
Terima kasih kerana kurniakan '12 April'
supaya diri tidak lupa
hidup ini indah.





Selalu.





Lembaran Yang Bertuliskan Senyuman.

|
~Decoupage. Suka~ Saya nak lagi Labu Sayong ni dari size besarrrrr sampai size kecilllll. Nak 'decoupage' lagi ramai-ramai, susun atas rak. I loike!


Pada akhirnya
sebuah nilai itu adalah
dalam melakukan yang terbaik...

tidak peduli di mana tempatnya
dan bagaimana keadaannya.


Ingat.

Jika bukan kerana kesalahan yang dilakukan
maka tentulah kebenaran takkan diagungkan.
Jika bukan kerana airmata yang dibazirkan
sudah tentu masih bersisa kebencian di dalam hati.
Barangkali tidak dapat dibersihkan.
Betapapun duka dan 'kemalangan'
Adalah pelajaran tentang 'kasih sayang'
dan 'PERSAMAAN'.

Ingat lagi.

Yang terjadi itu adalah 'tragedi'
Sebenarnya, perbezaan dunia nyata dan dunia maya jauh sekali.
Itupun jika diperhatikan dengan cermat.
Kadang orang menjadikan dunia maya
sebagai pelarian dari dunia nyata.
Yang dianggap 'enteng' sahaja
rupanya sudah terjebak dengan masalah baru.

sebab...

semua pelakunya adalah
manusia yang punya HATI

Setelah lama diam dan memerhati
'aku punya konklusi sendiri'

sudah menjadi hukum alam
kejujuran tidak pernah merugikan.



Ibarat 'pasu Sayong' pemberian seseorang.
Dahulunya kurang menyerlah
hitam pekat warnanya
Kemudian,
dicantikkan oleh 'tangan' yang seni.
Tiba-tiba,
pecah secara tidak sengaja.
Terlanggar barangkali.
Lalu cuba dicantumkan semula retaknya.
Diwarnakan menjadi putih, di'deko'kan.,
Cantik!
Tapi, pada peluang kedua
silalah akur apabila namanya
'retak menanti belah'
aturan Tuhan kadang memang tidak selari dengan perancangan kita.
Nah!
Akhirnya
ke 'tong sampah' juga dirimu dicampakkan.

Ada faham? Oh hati kamu faham.
jangan nafikan.





Saya:
Selama kebencian masih menyelimuti diri, kau tidak akan sembuh dari luka masa lalu. Beban berat yang melukai itu, sesungguhnya berasal dari dirimu sendiri. Memang tidak mudah, tapi kita dilahirkan di dunia ini untuk belajar dari setiap luka mahupun suka yang ada.

Kita Belajar Dan Diajar.

|

Tidak usah kami diberi kata,
dipakai kata akan luntur.

Tidak usah kami diberi nasi,
dimakan nasi akan habis.

Berilah kami hati yang suci, muka yang jernih,
baik budi dibawa mati.

~Hamka~


Baca dan renung

 Antara perkara yang membahagiakan hati ialah berkongsi dan memberi.
Sekiranya sudah berkongsi dan memberi,
dan hati belum berasa bahagia,
renung-renungkan;
adakah kita memilih-milih..
orang yang ingin kita kongsi dan beri?


Jawapannya...
Tanya sama hati.

Ya
mungkin juga kita memilih-milih hal yang ingin dikongsikan

Jawapannya..
Tanya sama perasaan.

Ikhlas atau tak ikhlas atau ikhlas bersyarat...
Jawapannya..
hanya selepas kita memberi.



Noktah.



















Saya:

Sangat "like" bait-bait di bawah ini. Ya. Saya tahu ini lagu.

Takkan Melayu hilang di dunia
Ya... tapi apa guna tak hilang di dunia
Kalau kewujudan tidak dirasa
Petah berbahasa kudrat tak berjasa
Orang berbudi kita hanya tahu merasa
Selalu lari bila dirapat
Selalu malu bila soalan diaju
Selalu segan memberi pendapat
Rela mengikut dari meneraju
Belum nyanyi sudah bersorak
Suka berjanji dalam borak
Bukan kata tak ada otak
Cuma tak berfikir di luar kotak

Once In A Lifetime.

|


~Something happens that changes you forever....~






Wahai hati,

bila engkau memandang segalanya dari Dia,

yang menciptakan segalanya,

yang menimpakan ujian,

yang menyebabkan sakitnya hatimu,

yang membuat keinginanmu terhalang,

pasti damailah hatimu kerana merasakan

Dia sengaja mentadbir segalanya

tidak sia-sia.

Bukannya Dia tidak tahu deritanya hidupmu,

pecahnya hatimu,

mungkin itulah yang Dia mahu,

kerana Dia tahu,

hati yang sebegini lebih lunak

dan lebih mudah dekat dengan Nya.

















Saya:

Tulis 'like' pada ayat ini;
"Give a girl the right shoes and she can conquer the world..."-Clicking Her Heels, Lucy Hepburn.

Kawan.

|
~Bunga Dedap yang gugur kelopaknya. Selalunya pokok bunga ini tinggi, sukar nak 'tangkap' gambar. Tapi, kalau dah namanya rezeki, bercuti di negara 'agraris' pun boleh 'jumpa'.




Kawan,
ketika zaman kampus saya
ada satu subjek namanya 'Fiqh Awlawiyat'
Dr. Yusuf Al-Qardawi ada menulis
dalam buku sederhana tebal warna merah satu ayat ni;
(yang 'hijau ja...yang putih senget tu, saya yang tulis.)

Sesuatu yang semestinya didahulukan, harus didahulukan.
Dan yang semestinya diakhirkan. harus diakhirkan.

Sesuatu yang kecil tidak perlu dibesarkan.
Dan sesuatu yang penting tidak boleh diabaikan.
Tapi kalau soal harga diri dan ke'suci'an yang dicemar,
Bukan sesuatu yang boleh dimasukkan dalam kategori kecil.

Malu. 
Ya, sepatutnya se'bilion' inci muka harus ditutup dengan bedak malu.
Tapi....
kalaulah masih ditakuk itu
memang telah lama 'aku' tahu
'kamu' memang tak punya rasa malu.
hahaha hihihi huhuhu
biar 'aku' wakilkan malu untuk 'kamu'.

Setiap perkara mesti diletakkan di tempatnya yang seimbang dan lurus.
Tidak lebih dan tidak kurang

Kawan,
Senior se'universitas' dulu ada menulis;

"Bintang yang di langit itu memang cukup sempurna.
Dan ia terlalu tinggi untuk kau capai.
Boleh jadi,
sekarang masanya untuk kau pandang rumput yang kau pijak.
Walau letaknya tidak semulia bintang,
namun ia setia memberimu oksigen setiap hari.

Faham ke tak ni?
Jangan angguk je ye.



Saya:

Bunga Dedap~perempuan yang cantik tetapi tidak pandai berbudi bahasa.







Belajar Tundukan Kepala Walaupun Kamu Tinggi.

|

~Tulang ikan di atas selipar. Selipar siapakah?~


Hey Kamu.

Sesuatu yang harus kita perhalusi adalah,

tanpa berpijak di atas bumi,
kita tidak akan tahu setinggi mana langit itu.

tanpa ada orang miskin,
kita tidak tahu akan adanya orang kaya.

dan tanpa adanya semut,
kita tidak akan dapat menilai betapa besarnya seekor gajah.




kenapa begitu ya?



Kerana kita belajar dari bawah
supaya kita dapat menikmati ketinggian
tanpa mendongakkan kepala.
Melihat apa yang ada di bawah,
akan mengingatkan kita,
bahawa siapapun kita 'di sini',
kita tetap seorang hamba di sisi Nya.


Tak usah suburkan sifat riak...
mari tundukkan kepala.








Saya:

1) Bagaimana perasaan korang semua ye, apabila setiap kali kalau melalui tempat-tempat yang mempunyai security guard, mereka akan bangun memberi hormat dengan mengangkat tangan dan menundukkan wajah tanda menghormati korang. Sedangkan korang sedar korang itu bukan siapa-siapa untuk dihormati sedemikian rupa. (Hormat dan takut? Hormat dan sayang?) Malaysia~nak pilihan dan raya. Timbul pelbagai isu yang kadang tak masuk akal. 





***Sambung baca Mingguan Wanita...